Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Tantangan Pembelajaran Online Selama Wabah Covid-19

meluruskan salah kaprah

Niko Taman

Pilih Untuk Berbagi

Ketiga, banyaknya guru yang belum melek tehnologi informasi digital.

Melek tehnologi informasi digital dapat diartikan memahami manfaat dan penggunaan tehnologi digital berbasis internet .  Untuk guru di negara maju tentu sudah terbiasa dengan penggunaan tehnologi digital untuk keperluan pembelajaran. Mengemas materi pembelajaran dengan berbagai aplikasi tehnologi informasi digital seperti email, chatting, WA,  YouTube, messenger, instagram, twitter   dan lain-lain adalah bagian dari rutinitas pembelajaran sehingga ketika diharuskan untuk melakukan pembelajaran online selama wabah corona, mereka tidak banyak menemukan kesulitan berarti. Namun tidak demikian halnya dengan guru-guru di negara berkembang seperti Indonesia yang masih belajar menggunakan tehnologi digital  untuk keperluan pembelajaran. Tidak sedikit dari mereka kurang terampil dalam mengolah informasi dengan menggunakan tehnologi digital.

Keterampilan menggunakan tekhnologi informasi berbasis internet tentu tidak sekedar berhubungan dengan kemampuan mengirim dan  menerima informasi melalui media tersebut tetapi bagaimana materi pembelajaran  dikemas sedemikian rupa dengan berbagai aplikasi tehnologi digital berbasis online sehingga mampu menjawab berbagai karakteristik kebutuhan belajar peserta didik.  Misalnya, siswa dengan gaya belajar audio visual tentu tidak dapat dilayani hanya dengan materi yang dikemas dalam bentuk teks saja. Ketidakmampuan guru mengemas materi secara online seturut karakteristik kebutuhan belajar siswa tentu turut mempengaruhi mutu proses pembelajaran online itu sendiri karena keragaman kebutuhan belajar siswa tidak terpenuhi secara optimal.

Menghadapi masalah di atas, tentu dipandang amat penting agar pemerintah  memberikan berbagai pelatihan peningkatan keterampilan guru dalam penggunaan computer dan internet untuk keperluan pembelajaran. Makin tinggi persentase guru melek tehnologi informasi berbasis online, makin mantap kesiapan kita menjaga kelangsungan layanan pendidikan di tengah gempuran wabah corona.

Keempat,  masih banyaknya wilayah yang belum terjangkau layanan Perusahan Listrik Negara (PLN).

MENDIKBUD Nadim Makarim terkejut mengetahui begitu banyaknya daerah di Indonesia yang belum menikmati akses pelayanan Perusahan Listrik Negara (PLN) yang merupakan fasilitas penentu kesuksesan pembelajaran jarak jauh (detiknews, 02/05/2020). Oleh karena itu mengupayakan agar jangkauan pelayanan PLN bisa dinikmati secara merata di Indonesia tentu pekerjaan besar pemerintah saat ini. Masihnya banyaknya wilayah yang tidak terjangkau PLN tentu merupakan hambatan besar dalam proses pembelajaran jarak jauh bagi anak didik kita selama wabah corona.

Menarik untuk dicermati bahwa sejak TVRI ditetapkan KEMENDIKBUD sebagai salah satu media belajar alternatif luar jaringan, kesulitan belajar anak didik selama belajar di rumah cukup terbantu.  Adapun tayangan edukasi disiarkan secara terjadwal untuk semua jenjang mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Program tayangan ini tentu sangat bermanfaat bagi peserta didik yang tidak terjangkau akses internet. Sayangnya  tidak sedikit dari mereka tidak terlayani karena sumber energy listrik yang terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali. Ini adalah bagian dari ketimpangan pembangunan  yang harus dibereskan pemerintah.

Baca juga : Menangkal Secara Kritis Wabah Hoax di Tengah Ancaman Maut Virus Korona

 42,086 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini