Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Tantangan Pembelajaran Online Selama Wabah Covid-19

meluruskan salah kaprah

Niko Taman

Pilih Untuk Berbagi

Akan tetapi perkembangan perilaku  afektif seperti nilai-nilai sikap moral, sosial, dan spiritual   tentu tidak cukup dipantau melalui dunia maya. Dibutuhkan kehadiran pendidikan secara langsung sebagai salah satu mentor keteladan sikap hidup bagi siswa. Hal ini tentu tidak bermaksud meremehkan peran mendidik yang dapat dilakukan oleh orang tua siswa tetapi hanya mau menekankan betapa strategisnya nilai penting interaksi langsung antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran karena  memberi kesempatan optimal bagi pendidik untuk memainkan perannya sebagai teladan pedewasaan diri bagi anak didik.

Pembelajaran dari rumah melalui dunia maya membuat pendidik cendrung memperhatikan perkembangan aspek perilaku yang berhubungan dengan ranah kognitif melalui pemberian materi pembelajaran dan soal-soal latihan sebagai alat pengukuran tingkat penguasaan siswa akan materi yang telah dipelajari. Perkembangan aspek perilaku afektif sebagai bagian terpenting dari tujuan akhir sebuah proses pembelajaran dengan sendirinya tidak dapat diperhatikan secara optimal. Keaktifan, ketekunan, dan tanggung jawab mungkin beberapa aspek nilai pembentukan karakter  (character building) peserta didik yang bisa diperhatikan  pendidik dalam proses pembelajaran jarak jauh. Tentu saja masih banyak aspek nilai karakter yang tidak dapat dibentuk hanya melalu perjumpaan dalam ruang maya.

Akan tetapi, realita keterbatasaan ini harus diterima sebagai dampak tidak terhindari dari bencana wabah covid-19. Yang paling penting adalah peserta didik secara kognitif tetap terstimulasi melalui pemberian berbagai jenis tugas yang harus mereka selesaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kita memang tidak dapat menuntut proses pembelajaran jarak jauh berjalan seideal pembelajaran tatap muka. Dengan kata lain, pembelajaran melalui dunia maya yang cendrung menitikberatkan perhatian pada perkembangan aspek perilaku kognitif adalah satu-satunya solusi alternatif untuk mencegah terputusnya layanan dunia pendidikan bagi masyarakat di tengah kedaruratan situasi bencana saat ini.

Kedua, masih tingginya ketimpangan infrastruktur digital di Indonesia

 Infrastruktur digital berkaitan dengan ketersedian jaringan internet yang menjadi media utama berlangsungnya proses pembelajaran online.  Sejak guru dan siswa belajar dari rumah secara  online, tidak sedikit dari mereka berkesulitan dengan akses internet yang buruk sehingga menghambat kelancaran pembelajaran. Pengalaman ini paling banyak dijumpai di daerah-daerah terpencil. Tidak dapat dipungkiri begitu banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau layanan internet. Anak-anak di daerah ini tidak mempunyai gambaran sedikitpun tentang apa itu internet. Jangankan internet, pemancaran siaran TV dan penerangan listrik saja belum menjangkau semua pelosok di Indonesia. Tidak mengherankan jika gelombang wabah corona membuat anak didik di  daerah terpencil kehilangan hak akan layanan pendidikan.

 Di sejumlah daerah terpencil di Indonesia, murid dikunjungi guru secara terjadwal meskipun terkadang melanggar protokol kesehatan untuk sekedar memenuhi kerinduan siswa akan suasana pembelajaran. Namun tidak semua siswa bisa dikunjungi karena keterbatasan waktu, tenaga dan faktor jarak serta medan yang sangat menantang. Untuk wilayah NTT, saat ini kunjungan rumah tampaknya tidak lagi menjadi pilihan terbaik untuk melayani siswa yang tidak terjangkau jaringan internet dan  listrik mengingat angka kasus infeksi virus corona hingga kini belum beranjak turun. Kunjungan rumah tentu membuka resiko penularan baik bagi guru maupun siswa apa lagi jika kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan murid di titik pertemuan tertentu.

Menghadapi tantangan di atas, pemerintah hendakya mulai memikirkan model pembelajaran jarak jauh yang paling tepat untuk melayani anak didik di daerah terpencil yang selama ini kehilangan hak mendapatkan layanan pendidikan sejak wabah corona menimpa. Hal ini menjadi perhatian sangat penting mengingat tidak seorangpun bisa memastikan kapan serangan wabah korona reda total.

Baca juga : Belajar dari Rumah Berhasil Tunjukan Tren Positif

 42,084 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini