Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Tantangan Pembelajaran Online Selama Wabah Covid-19

meluruskan salah kaprah

Niko Taman

Pilih Untuk Berbagi

Tantangan Pembelajaran Online Selama Wabah Covid-19 yang saya sajikan di tulisan ini bukan merupakan hasil penelitian empiris tetapi hanya merefleksikan pengalaman-pengalaman seputar kesulitan belajar online yang dijumpai oleh penulis sendiri sebagai guru dan peserta didik  yang kerapkali disampaikan melalui berbagai platform media sosial.

Oleh Nikolaus Taman, S.Pd


Gelombang wabah covid -19 menghantam semua sektor kehidupan. Penyebarannya yang begitu masif, cepat dan sulit terdeteksi dini membuatnya menjelma menjadi  kekuatan maha dasyat dengan dampak destruktif mengerikan dalam berbagai lini kehidupan. Pendidikan adalah salah satu sektor kehidupan yang turut tersandra oleh keganasan penyakit ini. Hampir di semua negara di dunia, pendidikan tidak dapat berjalan normal sebagaimana biasanya. Namun situasi ini tidak menghentikan secara total aktifitas pendidikan di semua negara meskipun dijalankan dengan segala keterbatasan. Menjaga keberlangsungan layanan pendidikan memang tetap menjadi salah satu bagian terpenting dari segenap ikhtiar manusia untuk bertahap hidup di tengah hantaman bencana ini.  Jika pendidikan lumpuh total, runtuhlah peradaban yang menjadi fondasi keberadaan manusia kini dan masa akan datang. Kemampuan manusia untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah himpitan bencana apapun membuktikan pendidikan sebagai aktifitas eksistensial yang akan selalu ada sejauh manusia tetap bertahan hidup.

Sejak angka kasus penularan covid-19 meningkat drastis di Indonesia, semua sekolah diliburkan tetapi aktifitas pembelajaran tidak turut diliburkan. Guru dan siswa sebagai dua komponen penting dalam proses pembelajaran tetap berinteraksi melalu berbagai pendekatan belajar jarak jauh. Sebagaimana yang tertuang dalam surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah (BDR) selama masa darurat penyebaran covid-19 bahwa  pembelajaran jarak jauh (PPJ) dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan jarak jauh dalam jaringan atau secara online dan pendekatan jarak jauh di luar jaringan atau offline.  Kedua pendekatan ini dijalankan sesuai ketersediaan media dan sumber belajar terkait.

Pendekatan offline menjadi pilihan tepat untuk menjawab kebutuhan belajar peserta didik yang tidak terjangkau akses internet. Jelas bahwa kegiatan pembelajaran yang sebelumnya di jalankan dalam ruang kelas dengan melibatkan interaksi langsung peserta didik dengan pendidik kini diganti dengan pembelajaran jarak jauh dengan bantuan berbagai media terkait. Proses pembelajaran ini dilakukan hampir di semua negara di dunia sebagai upaya untuk memastikan  tetap terpenuhinya kebutuhan peserta didik akan  layanan pendidikan di tengah tantangan situasi pandemi yang kini belum kunjung pulih.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daerah paling terdampak wabah covid-19, kerinduan guru dan peserta didik untuk segera mengalami situasi pembelajaran tatap muka kini belum terjawab. Kegiatan belajar di rumah kembali diperpanjang pasca dikeluarkan edaran resmi Kepala Dinas Pendidikan NusaTenggara Timur tentang perpanjangan masa belajar di rumah  sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bahkan dalam edaran tersebut disebutkan bahwa Evaluasi akhir semester genap untuk penentuan kenaikan kelas pada tahun ajaran 2019/2020 ini dilakukan secara online.

Baca juga : Kesan Guru NTT Terhadap Pembelajaran Online

 42,092 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini