Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Merayakan Kelulusan di Tengah Korona

membaca opini kompas

Gerardus Kuma Apeutung

Pilih Untuk Berbagi

Merayakan kelulusan di tengah korona. Demikian judul tulisan ini mengaca pada salah satu agenda pendidikan di penghujung tahun pelajaran yakni pengumuman kelulusan siswa tingkat akhir jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Oleh Gerardus Kuma Apeutung

Guru SMPN 3 Wulanggitang, Hewa


Ancaman Covid-19 masih mengintai kita hingga kini. Tidak hanya bidang kesehatan, dunia pendidikan juga terkena imbas Covid-19. Selain aktivitas pembelajaran harus dijalankan dalam jarak jauh (home learning), beberapa agenda pendidikan: USBN, UN, ujian semester terpaksa dibatalkan. Sementara kegiatan yang tetap dijalankan disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing dan wajib mengikuti protokol kesehatan. Salah satu agenda pendidikan di penghujung tahun pelajaran yang tidak dibatalkan adalah pengumuman kelulusan siswa tingkat akhir jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Cerita Kelulusan dari Spentig Hewa

Jumat, 05 Juni 2020, SMPN 3 Wulanggitang (Spentig Hewa) mengumumkan kelulusan siswa kelas IX tahun pelajaran 2019/ 2020. Siswa angkatan tahun 2020 berjumlah 85 orang. Semua mereka telah menjalankan masa belajar di Spentig Hewa selama 3 tahun.

Untuk menamatkan pendidikan pada sebuah jenjang, ada kriteria yang harus dipenuhi oleh siswa. Siswa dinyatakan lulus apabila memenuhi criteria berikut: telah menyelesaikan semua program pembelajaran dari semester 1 sampai 6; memiliki nilai rata-rata 6,00; dan memiliki nilai sikap BAIK.

Berdasarkan kriteria tersebut, Kamis, 04 Juni 2020 dewan guru SMPN 3 Wulanggitang mengadakan rapat penentuan kelulusan siswa. Dan dari hasil rapat, semua siswa kelas IX tahun 2020 dinyatakan LULUS 100%.

Sebagaimana lazim, pengumuman kelulusan siswa dilakukan di sekolah. Namun situasi global yang masih dihantui pandemic Covid-19 dan karena itu berkumpul dalam jumlah yang banyak belum diizinkan, pengumuman dan penyerahan amplop kelulusan dibagi dalam klaster sesuai jarak domisili siswa.

Kluster tersebut antara lain: Hewa untuk siswa dari desa Hewa, Ojandetun untuk siswa dari Kokang dan Wodong, Pantai Oa untuk siswa dari desa Pantai Oa, Tabana untuk siswa dari Tabana, Watobuku untuk siswa dari Watobuku, Riang Baring untuk siswa dari Riang Baring, Lewoawan untuk siswa dari Buranilan dan Lewoawan.

Bapak/ Ibu guru Spentig Hewa dibagi dalam klaster tersebut. Dan untuk menyukseskan kegiatan ini, sekolah bekerja sama dengan pemerintah desa yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan kantor kepala desa sebagai tempat kegiatan.

Bersama seorang rekan guru, saya ditugaskan untuk mengumumkan hasil kelulusan di Pantai Oa. Acara dimulai pkl. 09.00 pagi. Hadir dalam acara tersebut 7 orang siswa kelas IX bersama orangtua mereka.

Baca juga : Pembelajaran Jarak Jauh Ala Spentig Hewa

 39,436 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini