Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Merayakan HUT RI, Memetik Makna di Tengah Pandemi Covid-19

membaca opini kompas

Gerardus Kuma Apeutung

Pilih Untuk Berbagi

Di tengah pelaksanaan pendidikan jarak jauh karena pandemic korona, bangsa Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke 75. Peringatan HUT Kemerdekaan, selain sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan juga menjadi moment merefleksikan kembali cita-cita luhur perjuangan para pahlawan bangsa. Apakah tujuan kemerdekaan telah dicapai?

Harus diakui bahwa walau usia kemerdekaan sudah melewati usia emas, namun tujuan awal kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa belum sepenuhnya tercapai. Dimana pendidikan sebagai tiang utama pemenuhan tujuan hidup berbangsa menjadi sorotan. Pendidikan masih belum menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas.

Lalu bagaimana kita memaknai perayaan kemerdekaan bangsa di tengah pandemic Covid-19 dalam konteks pendidikan? Apakah msyarakat sudah “merdeka” dalam mengakses pendidikan? Apakah pendidikan kita sudah benar-benar “merdeka” dalam mewujudkan cita-cita bersama: mencerdaskan kehidupan bangsa?

Menurut pengawas sekolah jenjang SMP lingkup dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Yohanes Hegon Kelen, S.Pd pandemic Covid-19 memberi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan belum sepenuhnya dinikmati masyarakat. Perayaan kemerdekaan di tengah pandemic Covid-19 menjadi moment membenahi layanan pendidikan bagi rakyat Indonesia. “Kiranya dengan semangat kemerdekaan dapat memberi kemudahan akses pendidikan bagi seluruh warga Indonesia,” ujarnya.

Kemerdekaan pendidikan dalam mewujudkan cita-cita bangsa tidak terlepas dari guru. Hal ini karena figure ini memiliki peran penting dan menjadi ujung tombak pendidikan. Gurulah yang berada di garda terdepan mewujidkan misi bangsa melalui jalur pendidikan.

Menurut Agustinus Rahmanto, mahasiswa S2 Flinders University, Australia, sejauh ini guru belum merdeka dalam menjalankan amanah bangsa. Karena itu kemerdekaan bagi guru di tengah pandemic Covid-19 adalah kebebasan dalam berkarya mendidik anak-anak bangsa.

“Merdeka berarti guru harus menjadikan dirinya berdaulat penuh atas tugas-tugas kependidikannya. Dia punya kuasa untuk menyusun pedagogi yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan siswanya, punya otoritas untuk menentukan kompetensi yang relevan dengan konteks siswa dan perkembangan dunia, memiliki kewenangan penuh untuk menyusun perangkat penilaian siswa yang paling cocok dengan karakteristik siswanya,” ungkap Putra Manggarai Timur yang mendalami Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan dengan focus pengembangan profesionalisme dan kompetensi guru ini.

 5,909 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini