Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Merayakan HUT RI, Memetik Makna di Tengah Pandemi Covid-19

membaca opini kompas

Gerardus Kuma Apeutung

Pilih Untuk Berbagi

Lebih jauh Ibu Maria, sapaan Kepala Desa, mengajak semua elemen di desa Hewa untuk terus membangun Hewa sesuai tugas dan peran masing-masing. Walau di tengah pandemic Covid-19 semangat berkarya harus terus digelorakan demi Indonesia Maju sesuai tema peringatan HUT ke – 75 Kemerdekaan Indonesia.

Setelah upacara bendera, semua peserta beristirhat di sekitar halaman SMPN 3 Wulanggitang sambil menikmati suguhan hidangan berupa jagung titi, ibu rebus dan kue hasil olahan ibu-ibu PKK desa Hewa dengan bahan dasar daun kelor.

Dalam moment tersebut, para mantan kepala desa Hewa yang hadir yaitu Bapak Arnoldus Satu Onan yang memimpin Hewa dari tahun 1979 sampai 1992 dan Bapak Yosep Benyamin Widin yang memimpin Hewa dari tahun 1992 sampai 2002 menceritakan pengalaman dan kenangan di masa kepemimpinan mereka.

Dalam nada syukur para undangan kemudian dengan menyantap siang bersama. Menu santap siang pun didominasi pangan local seperti jagung bose, dan sayur rumpu rampe. Setelah santap siang, dalam nuansa sukacita para undangan berekreasi bersama. Diiringi music, tarian gawi, dolo-dolo, teras tombak, jai, menjadi pelengkap kegembiraan di siang itu sebagai ekspresi terdalam atas kemerdekaan yang telah diraih. Bahwa kita adalah satu dan kini telah menikmati alam kemerdekaan.

Memaknai Kemerdekaan (Pendidikan) di Tengah Pandemik Korona

Tahun 2020, peringatan HUT Kemerdekaan RI berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemic Covid-19, perayaan tetap digelar namun acaranya dibuat sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang penting bagi bangsa ini.

Serangan virus korona memang menggoyah seluruh sendi kehidupan. Ekonomi menjadi lumpuh. Banyak korban baik yang meninggal maupun terinfeksi virus yang menyerang saluran pernapasan ini.

Pendidikan juga tidak luput dari badai pandemic korona. Aktivitas pendidikan dihentikan. Kegiatan tatap muka antara guru dan siswa di sekolah ditiadakan. Dengan terpaksa pembelajaran harus dijalankan dalam jarak jauh. Baik guru maupun siswa harus belajar di rumah masing-masing.

 5,911 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini