Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Merayakan HUT RI, Memetik Makna di Tengah Pandemi Covid-19

membaca opini kompas

Gerardus Kuma Apeutung

Pilih Untuk Berbagi

Merayakan HUT Ke- 75 Kemerdekaan RI, Memetik Makna di Tengah Pandemi Covid-19


Oleh Gerardus Kuma Apeutung, Guru SMPN 3 Wulanggitang

17 Agustus 1945 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dimana sebagai bangsa, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Di jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan. Ir. Soekarno-(bersama Drs. Muh. Hatta) atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai hari bersejarah, setiap tanggal 17 Agustus seluruh rakyat Indonesia merayakan moment proklamasi kemerdekaan tersebut.  Di seluruh pelosok wilayah nusantara, baik di desa maupun di kota, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote rakyat merayakan kemerdekaan dalam berbagai macam cara.

Tahun ini bangsa kita merayakan HUT ke 75 kemerdekaan. Hewa, sebuah desa di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT juga tidak ketinggalan memperingati kemerdekaan RI tahun ini. Pandemic Covid-19 tidak menghalangi niat dan apalagi mengurangi semangat masyarakat desa Hewa dalam memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Namun perayaannya dibuat sederhana. Tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Upacara peringatan kemerdekaan tingkat desa Hewa dilaksanakan di SMPN 3 Wulanggitang, Hewa. Perayaan HUT ke- 75 Kemerdekaan RI diawali dengan upacara bendera di lapangan olahraga SMPN 3 Wulanggitang. Upacara bendera dimulai tepat pkl. 10.00 WITA. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah kepala desa Hewa Ibu Maria H. Niron serta para petugas upacara yaitu pembaca doa Ibu Yosefina Hodo (guru SMPN 3 Wulanggitang), pembawa acara Ibu Felixia Roja (guru SMAN 1 Wulanggitang), pembaca teks proklamasi Ibu Sesilia Suryani Larantuka (bidan desa Hewa), dirigen Ibu Klara Mare (guru SMPN 3 Wulanggitang, dan pengibar bendera dari siswa SMPN 3 Wulanggitang.

Peserta upacara terdiri dari para guru baik jenjang TKK, SD, SMP, dan SMA yang ada di desa Hewa, para kader posyandu desa Hewa, ibu-ibu PKK desa Hewa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan utusan dari tiga dusun di desa Hewa. Hadir dalam kesempatan tersebut para mantan kepala desa Hewa seperti Bapak Arnoldua Satu Onan, Bapak Yosep Benyamin Widin, Bapak Agustinus Bey Soge, Ketua dan anggota BPD desa Hewa.

Kepala desa Hewa dalam sambutan pada upacara bendera mengatakan bahwa upacara bendera memperingati HUT ke 75 Kemerdekaan RI tingkat desa Hewa tidak bisa dilakukan secara meriah karena kita masih berada dalam masa pandemic Covid-19. Karena itu beberapa agenda yang telah direncanakan bersama harus dibatalkan. Termasuk undangan pun dibatasi.

 5,907 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini