November 24, 2020

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Meluruskan Salah Kaprah Masyarakat Tentang “New Normal

meluruskan salah kaprah

Niko Taman

Pilih Untuk Berbagi

Pelangggaran protokol kesehatan seperti, tidak mencuci tangan, sengaja tidak mengenakan masker, tidak menjaga jarak, menolak menjalani berbagai tes kesehatan untuk tujuan pencegahan, masih banyak melakukan berbagai kegiatan masal yang sangat berpotensi bagi penularan covid-19  kini telah menjadi pemandangan keseharian pasca berlangsungnya era “New Normal”.

Penerapan era “New Normal” yang semula diharapkan mampu membantu lahirnya kesadaran dari dalam diri masyrakt untuk memaksimalkan penerapan protokol kesehatan sebagai sebuah kebutuhan pola hidup baru untuk bisa mencegah serangan wabah covid-19 kini sudah disalahartikan oleh sebagian besar masyarakat kita. Tantanan hidup baru atau lebih dikenal “New Normal”  malah disambut dengan eforia seolah kita telah menang mengakiri pertarungan melawan virus pencabut nyawa tersebut. Yang paling membahayakan adalah “New Normal” disambut sebagai era sudah berakhirnya bencana covid-19.

Ini memang ironis tetapi nyata.   Kita  bersikap seolah virus corona itu hanyalah halusinasi pemerintah atau pihak-pihak tertentu yang cendrung dianggap ingin meraup keuntungan di balik bencana ini. Tak jarang data perkembangan kasus yang dirilis pemerintah dianggap sebagai rekayasa. Konsekuensinya jelas, makin dekat virus corona mengintai,  makin kendor kewaspadaan kita. ketika kita atau orang sekitar kita terbukti menjadi korban keganasan covid-19, baru lidah kita mau mengakui bahwa virus corona itu nyata.

Salah Kaprah

Menghadapi fakta di atas, mungkin sangat tepat dikatakan bahwa peningkatan drastis angka kasus covid-19 pasca penerapan era ”New Normal” tidak terlepas dari kekeliruan pemahaman masyarakat kita tentang  tujuan peneran era “New Normal” itu sendiri.

Dengan kata lain masih cukup banyak masyarakat yang salah kaprah tentang penerapan “New Normal”. Karena itu,  diperlukan upaya untuk meluruskan kesalahan pemahaman  masyarakat  . Ini berkaitan erat dengan pembenahan sikap mental agar masyarakat  peka terhadap upaya-upaya preventif dalam memerangi wabah covid-19 saat ini. Masyarakat perlu diberi pencerahan tentang tujuan “New Normal”.

Sosialisasi dengan menggunakan berbagai platform kanal media sosial harus dilakukan secara masif dan terus menerus hingga tujuan “New Normal” dapat dimengerti dengan benar dan pada gilirannya dapat terimpelemtasi dengan benar.  

Disamping meluruskan pemahaman masyarakat tentang tujuan penerapan “New Normal” yang tidak kalah penting adalah pemerintah perlu merumuskan sejumlah regulasi hukum terkait sangsi tegas terhadap pelaku pelanggaran protokol kesehatan. Sangsi terhadap pelanggar potokol kesehatan bisa berbentuk sangksi administrasi. Sangsi tidak dimaksudkan untuk membebani masyarakat tetapi terutama bertujuan membiasakan masyarakat dengan sikap mental yang patuh terhadap protokol kesehatan sebagai perisai pelindung dari ancamana wabah covid-19.

Baca juga : Tantangan Pembelajaran Online Selama Wabah Covid-19

 7,627 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini