November 24, 2020

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Meluruskan Salah Kaprah Masyarakat Tentang “New Normal

meluruskan salah kaprah

Niko Taman

Pilih Untuk Berbagi

Meluruskan Salah Kaprah Masyarakat Tentang “New Normal”

Oleh Nikolaus Taman, S.Pd


Fakta Tentang Covid-19

Sejak merebaknya wabah covid-19, aktifitas manusia di hampir semua sektor kehidupan  serentak berubah.   Manusia di seluruh dunia  dipaksakan untuk banyak baraktfitias di rumah guna meminimalisir kontak fisik yang diketahui sebagai salah satu media penularan (carrier) penyakit mematikan  tersebut. Namun tidak semua aktfitas dapat dilakukan dari rumah. Apa lagi sektor ekonomi sebagai sebuah aktifitias kehidupan yang berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan primer.

Produksi, distribusi dan konsumsi adalah komponen aktifitas ekonomi yang pasti menuntut mobilitas dan interaksi manusia di luar rumah setiap saat.  Mereka yang bekerja di sektor informal tentu menggantungkan hidup mereka pada penghasilan harian.

Ajakan bagi mereka untuk tetap bertahan di rumah bagaikan makan buah simalakama. Mereka selalu dihadapakan pada dua pilihan sulit yaitu tetap bertahan di rumah dengan ancaman mati kelaparan atau keluar rumah mencari nafkah dengan resiko ancaman maut terserang covid-19. Tidak sedikit dari mereka mengabaikan keselatan nyawa untuk menghentikan perut yang terus berkeroncong.

Berhadapan dengan realita di atas,  pemerintah hampir di tiap negara di dunia  tetap mengijinkan masyarakat untuk bebas beraktifitas demi memenuhi kebutuhan hidupnya karena melarang masyrakat beraktififas mengandaikan pemerintah mampu secara finansial menanggung seluruh kebutuhan ekonomi masyarakat. Fakta menunjukan bahwa negara-negara dunia pertama dengan tingkat kemapanan ekonomi tinggi sekalipun dipastikan tidak akan mampu mengelak dari dampak wabah covid-19.

Inilah salah salah satu alasan mendasar Presiden Jokowi tidak menerapkan kebijakan pembatasan total (total lock down)  agar masyrakat masih berkesempatam untuk beraktifitas. Namun pemerintah tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai panduan pola hidup yang membantu  masyarakat mencegah penularan covid-19. Kebijakan ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab negara sesuai amanat konstitusi untuk menyelamatkan rakyatnya dari ancaman apapun termamsuk wabah ini.

Mengarahkan masyarakat untuk hidup sesuai tuntutan protokol kesehatan tentu bukanlah pekerjaan enteng. Dibutuhkan proses pembiasaan untuk menjadikan protokol kesehatan sebagai bagian dari budaya pola hidup keseharian. Agar masyarakat terbiasa dengan  protokol kesehatan, diberlakukan penerapan “New Normal”.

New Normal

            Sudah hampir empat bulan kita menjalani “New Normal”. Ini merupakan sebuah habitus cara hidup baru yang bertujuan untuk membantu kita menyesuaikan diri dengan situasi penularan  wabah corona yang hingga kini belum menunjukan tren menurun . Oleh para pakar kesehatan seluruh dunia, “New Normal” dipandang sebagai upaya pencegahan  cukup efektif terhadap   rantai penyebaran virus corona karena masyrakat dibiasakan untuk menjalani protokol kesehatan sebagai bagian dari budaya pola hidup keseharian.

Baca juga : Menangkal Secara Kritis Wabah Hoax di Tengah Ancaman Maut Virus Korona

 7,634 kali dilihat,  13 kali dilihat hari ini