Januari 18, 2021

Warta Guru NTT.com

Pena Guru Milenial

Perlukah Kepedulian bagi Guru Honor di Masa Covid ini ?

pesan sang guru
Pilih Untuk Berbagi

Perlukah Kepedulian terhadap guru honor masa Covid ini? Perlukah perhatian khusus bagi guru honorer dan guru kontrak di masa Covid ini ?

Oleh Lay A. Yeverson, MM


Pentingnya Peran Guru Honor

Sudah pasti kita memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa kita. Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh pendidikannya. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik tidak terlepas dari sistem pendidikan yang terstruktur, terarah dan berorientasi masa depan pula. Di sini, peran guru (termasuk guru honorer) menjadi sangat penting. Orang bilang guru merupakan ujung tombak pendidikan. Guru honorer termasuk yang mengambil peran sebagai ujung tombak pendidikan itu.

Lantas bagaimanakah perhatian terhadap kesehjateraan guru honor? Fakta masih menunjukan bahwa penghasilan guru honorer masih jauh dari harapan. Padahal kita tahu, para guru honorer juga harus memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi kehidupan keluarganya.

Menelisik Fakta

Beban kehidupan para guru honorer dan tenaga kontrak di tengah Wabah Virus Corona (Covid-19) ini, terasa sangat berat dalam kehidupan kesehariannya. Dengan penghasilan yang minim, bahkan nyaris tidak mendapatkan honor, karena harus di rumah saja, para guru honorer dituntut untuk tetap memberikan pembelajaran secara online. Mereka juga dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam menyerap perkembangan teknologi, termasuk penguasaan perangkatnya sebagai sarana melakukan pembelajaran secara online.

Baca juga : Diferensiasi Kurikulum : Hanya Istilah, Bukan Hal Baru

Dalam kondisi seperti ini, nasib para guru honorer sungguh sangat miris. Di sini, perlunya kepedulian dari semua pihak untuk memberikan perhatian secara serius terutama bagi para guru honorer dan tenaga kontrak. Karena jasa dan pengabdian para guru honorer dan tenaga kontrak sungguh luar biasa. Dengan segala keterbatasanya, mereka tetap mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Banyak karyawan perusahaan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai imbas dari wabah ini. Juga saudara-saudara kita yang selama ini mengabdi sebagai guru honorer dan tenaga kontrak yang ada di sekolah pun ikut terdampak PHK. Meski jasa dan pengabdian mereka sungguh sangat luar biasa mencerdaskan anak-anak bangsa, namun nasib mereka sering terlupakan. Seperti nasib guru honor yang lansir oleh beberapa media berita online yang memberitakan pemecatan 15 orang guru di salah satu SMK di NTT.

Butuh Kepedulian

Oleh karena itu ke depan diharapkan dinas pendidikan harus benar-benar memperhatikan dan memiliki data yang valid/akurat terkait keberadaan guru honorer dan tenaga kontrak yang bekerja di satuan pendidikan SMA/ SMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jangan sampai terdengar lagi ada guru honorer dan tenaga kontrak yang terlewatkan, luput dari perhatian kita semua sehingga ada yang di PHK.

Di sisi lain peran dari kita semua, seluruh elemen masyarakat atau steakholder yang peduli dengan pendidikan di daerah kita NTT tercinta. Peran masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat mesti ikut berpartisipasi dan berperan aktif menaruh kepedulian kepada para guru honorer dan tenaga kontrak, baik secara individu maupun kelembagaan.

Jika kita mendalami kesulitan sekolah dengan rombongan belajar kecil di daerah maka persoalan nasib guru honorer kian rentan terdampak, dan sudah pasti banyak keluh kesah tentang pembiayaan. Hal itu pun bisa juga sebagai efek kelanjutan dari ketidakmampuan orangtua siswa dalam membayar iuran komite, iuran SPP, dll., bagi sekolah swasta secara penuh , karena perekonomian orangtua pun terdampak COVID-19.

Kita melihat, selama wabah Covid-19 ini gaji guru honorer cenderung terabaikan, terutama guru honor komite yang notabene mendapatkan gaji dari Komite, dan insentif dari dana BOS. Hak dan kewajiban sebagai perangkat pendidikan baik sebelum dan saat wabah Covid-19 ini mestinya sama. Ini wajib diperhatikan. Jangan sampai ada guru yang merasa dianaktirikan. Jangan pula ada guru yang merasa lebih hebat namun tiada peduli dengan sesama nasib guru, hanya karena kita berada dalam sebuah situasi tertentu.

Gandeng tangan

Mari kita eratkan budaya gotong royong dan saling peduli dalam sebuah profesi. Guru honorer, kontrak, dan guru PNS semua adalah aset kita. Semuanya merupakan agen pembangunan, pembaca tanda jaman, pengarah masa depan, dan barometer kemajuan bangsa. Bahkan sangat layak guru honorer dan guru kontrak diprioritaskan untuk menerima BLT dan bantuan lainnya. Bukan malah kita memecat mereka tanpa diberi insentif untuk melanjutkan karya dan usaha mereka di tempat lain.

Baca juga : Tahun Ajaran Baru di Zona Hijau

Penulis mengajak, mari kita bergandengan tangan bersama kita lawan corona. Perhatikan kemaslahatan guru honorer/kontrak dan PNS. Mari kita ciptakan nuansa menyenangkan bagi guru agar secara psikis guru dapat menjalankan tugas mendidik murid dengan penuh suka cita. Dengan itu, mereka akan memfasilitasi kebutuhan pendidikan anak-anak kita dengan sukacita pula.

Untuk pemerintah, mari kita jamin pendidikan kita tidak ketinggalan. Salah satunya adalah dengan membenahi 8 standar pendidikan. Juga memikirkan intervensi pemerintah daerah berupa insentif pada SMA/SMK yang dengan rombel kecil yang 50 persen gurunya adalah guru honor.

 14,099 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini